Showing posts with label Puisi Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Puisi Keluarga. Show all posts

Pesan Buat Calon Anakku

Saturday, May 16, 2015

hei nak, selamat siang
sedang apakah kau di sana?
mungkin kau masih ada di surga sekarang
masih mengantri untuk dikirimkan ke rahim bunda

bunda sangat menanti-nantikanmu, nak
meskipun bunda belum bisa menjanjikan apa-apa kepadamu
kalau kau lahir dari rahim bunda
mungkin bunda belum bisa memberikan kemewahan duniawi,
kemewahan duniawi yang melimpah
seperti yang dimiliki anak-anak pejabat dan konglomerat di luar sana

hidup bunda memang sederhana
tapi bunda berjanji, akan sekuat tenaga mencukupimu
bunda akan melimpahimu dengan penuh cinta
cinta yang tulus luar biasa yang mampu diberikan seorang ibu kepada anaknya
bunda akan menjagamu
bunda akan membahagiakanmu
bunda akan mengajarkanmu, bahwa bahagia bukan hanya dari harta semata
bahagia adalah ketika kita mendapatkan cukup cinta

kamu tahu tidak nak,
tadi pagi ayahmu sedikit kecewa karena kau belum memutuskan datang juga ke rahim bunda
tapi bunda yakin, kau pasti akan datang
karena bunda dan ayah selalu membawa namamu dalam doa

ingatlah nak
apapun yang akan terjadi nanti
ingatlah selalu
bahwa kau ditunggu dengan penuh cinta di sini
bahwa kau diciptakan dengan niat yang suci dari kami

sudah dulu ya nak,
bunda takut surat bunda terlalu panjang dan membuatmu bosan
ingat, ketika kau memutuskan kami pantas merengkuhmu dalam hidup kami
datanglah ke pelukan bunda
hati dan tubuh bunda selalu terbuka untukmu

peluk cinta,
bundamu

PS : oh ya, ayahmu juga menitip peluk buatmu :)


Karya
Nama: Santhy
Nama Pena: Anak Cantik
Lokasi: Jawa Barat
Web/Blog: anakcantik


Sumber : http://www.jejakpuisi.com

AYAH

Thursday, February 14, 2013


Telah Rapuh tulang-tulangmu
yang dahulu kau gunakan
untuk memberikan kami sesuap nasi
untuk menunaikan kewajibanmu sebagai kepala keluarga

Kini… kau berdaya lagi melakukan semuanya
kini… kau hanya mampu memberikan kami nasehat
kini… kau hanya mampu mengucapkan doa yang tulus untuk kami
untuk anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

Ayah….
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
semua yang kau lakukan untuk hidup kami
semua yang kau berikan kepada kami

Ayah…
Kasih sayang mu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Walaupun kadang kami tidak mengindahkan semua yang kau berikan
Kadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan

Kini, kamilah yang harus melakukan semuanya
Kamilah yang harus membalas semuanya
Kamilah yang harus memperhatikanmu…

Ayah….
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayangmu
Izinkanlah kami untuk membahagiakanmu

Meskipun kami sadar
itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
dan kami sadar, nyawapun takkan mampu membalas semuanya…

Terima kasih ayah…
Kini kami menjadi orang yang mampu berdiri
kini kami mampu menjadi orang yang mandiri
kini kami mampu menapaki hidup dengan doa dan kasih sayangmu…

By :  http://kemonbaca.blogspot.com

IBU

Monday, February 11, 2013
Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu…

Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu

Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu… kau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malammu

Ibu…
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu…
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

Sumber :  http://creandoproyecto1.blogspot.com

MALAM BERSAMA KELUARGA

Monday, January 28, 2013
bila malam tiba
kami cerita tentang derita
tentang kebahagiaan yang tak merata
serta duka yang tiada penyelesaian
sejak nenek dan kakek berdampingan

bila malam tiba
kami bicara tentang harga
yang beratnya menekan tulang-tulang iga
dan jalan kehidupan yang makin tak mau lurus
karena leluhurnya salah urus

dalam kehidupan yang serba sukar
kadang-kadang kami masih bisa kelakar
tentang ubi pahit pengisi perut lapar
atau gagasan nasi jagung yang belum mau menyebar

bila malam tiba makin tinggi
dan kepahitan telah sembunyi di sepi-sepi hati
masing-masing berbaring di dipan tua
berkawan bantal yang tak tentu warna

Mei 1963

Oleh : Yayat Hendayana

Keluarga Kita

Monday, January 21, 2013

Keluarga...
Itulah tempat perlindungann kita
Di saat musuh menyerang
Berlindunglah dalam hangatnya keluarga
Keluargalah sumber inspirasi
Kekuatan terbesar dalam hidup ini
Ditemukan dalam keluarga
Dialami dalam cinta kasih keluarga
Mungkin tak ada pertalian saudara
Namun keluarga itu cakupannya luas
Tak hanya dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan kita
Tapi semua orang bisa menjadi keluarga kita
Bukalah matamu selebar mungkin
Pertajam pendengaranmu
Bertanggung jawablah atas keluargamu
Yang telah menjadi bagian hidupmu
Mungkin kau pernah merasa tersakiti
Penolakan dalam keluarga
Namun...terimalah itu dengan ikhlas
Sebagai alat pembentukan karaktermu
Menjadi pribadi yang lebih kuat dan mulia
Menaburlah untuk keluargamu
Sekalipun nampaknya sia-sia
Tetaplah menabur bahkan sampai mencucurkan air mata
Niscaya suatu saat nanti kau akan menuai dengan sorak-sorai

Karya: Cahyani Wijayanti
 

Dunia Sastra Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger